Kegiatan diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan Klinik Ibnu Sina Jenggawah. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan pemahaman mengenai konsep Integrasi Layanan Primer (ILP) serta penerapannya dalam pelayanan kesehatan tingkat primer, khususnya dalam mendukung upaya promotif, preventif, skrining, dan deteksi dini faktor risiko penyakit tropis di masyarakat.
Optimalisasi Rekam Medis Elektronik (RME)
Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemanfaatan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam mendukung integrasi layanan kesehatan. Tenaga kesehatan diberikan pelatihan mengenai pemanfaatan fitur layanan primer, mulai dari proses pencatatan data pelayanan, pengelolaan informasi kesehatan, hingga pemanfaatan data sebagai bagian dari proses pemantauan dan pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan.
Penerapan ILP berbasis teknologi diharapkan dapat membantu fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengelola informasi pasien secara lebih terintegrasi. Data yang terdokumentasi secara digital juga dapat menjadi sumber informasi untuk mendukung kegiatan skrining, pemantauan faktor risiko, edukasi kesehatan, serta tindak lanjut pelayanan bagi masyarakat.
TEFA V-Kes Jembatani Ilmu dan Kebutuhan Lapangan
Ketua Tim Pengabdian, Mochammad Choirur Roziqin, S.Kom., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan peran Teaching Factory (TEFA) V-Kes dalam menjembatani penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dengan kebutuhan nyata di fasilitas pelayanan kesehatan.
"Melalui TEFA V-Kes, kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong penerapan teknologi kesehatan yang dapat digunakan dalam proses pelayanan. Integrasi layanan primer dan pemanfaatan RME menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berbasis data."
Fokus pada Pencegahan Penyakit Tropis
Selain pelatihan teknologi dan RME, kegiatan juga diarahkan pada peningkatan pemahaman tenaga kesehatan mengenai pencegahan penyakit tropis. Tenaga kesehatan didorong untuk mengoptimalkan data pelayanan sebagai dasar dalam mengidentifikasi faktor risiko, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta mendukung pelaksanaan deteksi dini dan pencegahan penyakit secara lebih sistematis.
Kolaborasi Polije dan Klinik Ibnu Sina Jenggawah
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara Politeknik Negeri Jember dan Klinik Ibnu Sina Jenggawah dalam mendukung transformasi pelayanan kesehatan primer. Keterlibatan tenaga kesehatan secara langsung diharapkan dapat memperkuat proses implementasi teknologi sekaligus memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan melalui TEFA V-Kes dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Tim Pengabdian Polije terdiri atas Mochammad Choirur Roziqin, S.Kom., M.T. sebagai ketua, dengan anggota Dony Setiawan Hendyca Putra, S.Kep., Ns., M.Kes., Sabran, S.KM., M.P.H., Tegar Wahyu Yudha Pratama, S.ST., M.K.M., dan Muhammad Ifantara Putra, S.Kom., M.Kom., serta melibatkan dua mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan tersebut, TEFA V-Kes diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai wadah pembelajaran dan penerapan teknologi kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat. Penguatan Integrasi Layanan Primer melalui pemanfaatan RME menjadi salah satu langkah dalam mendukung pelayanan kesehatan yang terintegrasi, berbasis data, serta berorientasi pada upaya promotif dan preventif.
Kegiatan pengabdian ini sekaligus memperkuat komitmen Politeknik Negeri Jember dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di masyarakat.